Socialpreneurship in Action 2017

Ada yang berbeda dengan kampus manajemen bisnis ITS minggu ini (24/1-27/1). Kampus MB dipenuhi oleh wajah-wajah asing lintas negara. Sama seperti halnya mahasiswa biasa, mereka terlihat mengikuti kelas yang disampaikan oleh dosen MB. Sesekali mereka saling mengutarakan pendapat dan bertanya kepada dosen dengan antusias. Ya, MB menjadi salah satu jurusan yang ikut berpartisipasi pada program yang digagas oleh International Office, yaitu ComTECH Camp Insight 2017, Social Entrepreneurship in Action. Dimana peserta dari acara ini adalah mahasiswa asing lebih dari 5 negara, yaitu Australia, Malaysia, Jepang, China, India dll.

Slide background
Slide background
Slide background
Slide background
Slide background

ComTECH Camp Insight 2017 merupakan rangkaian program milik IO yang memberikan kesempatan pada mahasiswa asing di seluruh dunia untuk mengetahui bagaimana masalah-masalah sosial maupun lingkungan yang berbentuk Project based Learning (PbL). Tema ComTECH CAMP Insight 2017 adalah “Solving Local Problem with Global Knowledge” dengan pembahasan utama “Social Entrepreneurship in Action” sehingga mahasiswa asing diajak untuk mencari solusi masalah sosial berupa penanganan sampah di Surabaya dengan pendekatan social entrepreneurship.

Sebelum melakukan observasi langsung mengenai permasalahan sampah di Surabaya, para peserta ComTECH 2017 mendapatkan pembekalan mengenai lingkungan, sosial, dan entrepreneurship bertempat di Ruang Sidang Utama Departemen Manajemen Bisnis. Dosen yang menjadi pemateri adalah Pak Imam Baihaqi, ST, MSc, PhD; Pak Berto Mulia Wibawa, SPi, MM,; Pak M. Saiful Hakim, SE, MM dan Pak Satria Fadil Persada, S.Kom, PhD dibantu empat orang asisten laboratorium MB. Untuk menggali permasalahan dan mendapatkan solusi, mereka diberikan juga materi Value Proposition Design dan Social Business Model Canvas. Mereka dibagi menjadi empat kelompok untuk melakukan brainstorming permasalahan dan solusi. Tidak jarang mereka terlihat sangat antusias dan mengutarakan pendapat mengenai ilmu-ilmu baru yang didapatkan.

Setelah mendapatkan materi, mereka mengunjungi Bank Sampah di Jambangan untuk mengetahui bagaimana Surabaya berusaha mengatasi permasalahan. Dari observasi tersebut, peserta menjadi tahu permasalahan di lapangan. Berbekal ilmu Value Proposition Design dan Social Business Model Canvas yang telah diajarkan, mereka dapat mengetahui produk apa yang bisa menjawab kebutuhan dari pelanggan dalam permasalahan sampah di Surabaya. Selain itu mereka juga dapat memberikan solusi bagaimana mendatangkan keuntungan baik sosial maupun finansial bagi Bank Sampah Jambangan. Sehingga pada hari Jumat (27/1), solusi yang telah dibuat dipresentasikan oleh peserta kepada pihak Bank Sampah Jambangan. Pihak Bank Sampah Jambangan menyambut peserta dengan antusias juga. Menurut pengelola, solusi-solusi yang ditawarkan dapat menjawab permasalahan dan bagus bagi keberlangsungan Bank Sampah Jambangan di masa depan.

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestPrint this page
Tersimpan di Berita